PERAN MAHASISWA UNTUK PENDIDIKAN INDONESIA

Mahasiswa berperan di dalam melakukan perubahan terhadap kondisi bangsa. Saat ini bangsa kita sedang mengalami kondisi terpuruk. Dari segi ekonomi kita melihat masih banyak rakyat Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan. Kesenjangan antara si Kaya dan si Miskin sangat jelas sekali terlihat. Yang kaya sibuk memperkaya diri sendiri sementara yang miskin harus berjuang keras untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka. Dari segi politik, kita melihat banyak pejabat yang melakukan korupsi. Mereka sibuk untuk memperkaya diri sendiri dan melupakan amanahnya untuk mensejahterakan rakyat. Bagaimana ingin menyejahterakan rakyat sementara uang rakyat saja mereka curi. Sungguh ironi memang Indonesia merupakan negara yang kaya dengan sumber daya alam yang dimilikinya tetapi untuk mensejahterakan kehidupan rakyat saja, negara ini belum mampu untuk melakukannya. Untuk itu mahasiswa sebagai agent of change diharapkan dapat membuat perubahan terhadap bangsa ini.


Pendidikan merupakan aspek penting dalam usaha memajukan suatu bangsa. Pendidikan adalah suatu usaha sadar dalam rangka menanamkan daya-daya kemampuan, baik yang berhubungan dengan pengalaman kognitif (daya pengetahuan), afektif (aspek sikap), maupun psikomotorik (aspek keterampilan) yang dimiliki oleh seorang Individu. Adapun masalah-masalah pokok pendidikan yang terjadi di Indonesia antara lain tingginya angka putus sekolah, ketidaksesuainya antara dunia pendidikan dengan dunia kerja, rendahnya efisiensi internal karena lamanya masa studi melampaui waktu standart, rendahnya pemerataan kesempatan belajar, dan sebagainya. Kondisi ini disebabkan sistem pendidikan Indonesia yang tidak stabil, kurangnya insfrastruktur yang kurang memadai, rendahnya anggaran pendidikan, serta kualitas tenaga pendidik yang kurang diperhatikan hal ini menjadi faktor penghambat. Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa, ditangan para pemuda (mahasiswa)-lah masa depan sebuah bangsa (al-hadits), mahasiswa dituntut untuk mampu meng-ejawantahkan pemahaman dan kompetensinya serta ikut serta mengatasi keterpurukan yang tengah dialami bangsa ini. Mahasiswa-pun diharapkan peka menanggapi masalah seputar pendidikan, karena pada hakekatnya, mahasiswa adalah jembatan intelektualisme dari pemahaman konsep menuju peng-ejawantahan pada tatanan realitas. Mahasiswa merupakan entitas yang bisa menikmati nikmatnya konsep intelektualisme di tingkat perguruan tinggi. Oleh karena itu, bukan saatnya lagi bagi mahasiswa untuk bersifat egois, melakukan demonstrasi atas kebijakan pendidikan di kampus saja (terkadang anarkis). Sekarang saatnya mahasiswa harus memikirkan solusi atas permasalahan di dunia pendidikan ini.

Namun, pertanyaan besar kembali hadir, bukankah mahasiswa tidak mungkin membuat keputusan strategis mengenai sistem pendidikan?. Bukankah mahasiswa pun tidak mungkin meningkatkan kualitas dosen dengan mengadakan program sertifikasi mandiri, membangun infrastuktur secara mandiri, dan hal-hal yang bersifat strategis lainnya. Lalu apa yang bisa mahasiswa lakukan?.

Peran dan Fungsi Mahasiswa-lah yang seharusnya dapat diterapkan sebagai solusi di bidang pendidikan ini. Dengan mengamalkan Peran dan Fungsi Mahasiswa (PFM), mahasiswa bisa membuat suatu pemikiran yang rekonstruktif dan solutif terhadap permasalahan seputar pendidikan di bangsa ini. Buah pikiran tersebut dapat disumbangkan kepada pihak terkait. Selain itu mahasiswa bisa melakukan kontrol terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah dalam hal pendidikan. Dengan demikian, komunikasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah dapat berjalan dengan baik dengan menghasilkan  suatu solusi bagi kebuntuan permasalahan pendidikan.
Beberapa peranan mahasiswa , diantaranya adalah :
a)Pengembangan Potensi Diri

Mahasiswa mengembangkan potensi dirinya sebagai bentuk kesadaran akan hakikat pendidikan yang mendasar. Mahasiswa diharapkan mampu menjual diri (menemukan bakat dan kemampuan pribadi dan meng-ejawantahkan menjadi keunggulan- red) dan mampu mengembangkan kemampuan dirinya sehingga menjadi sebuah sumber kekayaan intelektual yang akan berguna bagi kemajuan diri dan lingkungannya.

b)Melakukan Kontrol Kebijakan Pemerintah

Sesuai dengan peran dan fungsinya, mahasiswa wajib melakukan kontrol kebijakan pemerintah, khususnya kebijakan mengenai penentuan arah dan karakteristik pendidikan bangsa. Sehingga mampu menganalisa kebijakan dan melakukan control terhadapnya.

c) Memenuhi Kebutuhan akan Perbaikan Sistem Pendidikan Nasional

Mahasiswa seharusnya mampu menjawab dan memberi solusi atas kebutuhan-kebutuhan akan perbaikan sistem pendidikan di Indonesia. Hal yang paling sederhana adalah dengan berprestasi di bidang masing-masing. Dengan itu, akan lahir banyak ahli di banyak bidang. Ahli-ahli tersebut sekaligus sebagai pemberi solusi terhadap permasalahan pendidikan di Indonesia.







Erlanga eka saputra – TP UNJ’17

Komentar